Pendahuluan
Setiap individu lahir dan berkembang
dalam kondisi yang berbeda-beda. Keberagaman individu dalam masyarakat ini
disebut dengan perbedaan sosial. Perbedaan sosial secara umum dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu perbedaan secara horizontal dan perbedaan secara
vertikal. Perbedaan secara horizontal disebut dengan diferensiasi. Dalam
diferensiasi sosial, tidak dikenal adanya tingkatan atau tinggi rendahnya
status sosial seseorang. Sedangkan pebedaan secara vertikal disebut dengan
stratifikasi, dimana ada masyarakat yang menduduki lapisan atas dan ada pula
yang menduduki lapisan bawah. Stratifikasi sosial ini terjadi karena adanya
sesuatu yang lebih dihargai dalam masyarakat.
I.
Diferensiasi
Sosial
Seperti yang telah disebutkan
diatas, diferensiasi sosial adalah pembedaan masyarakat secara horisontal tanpa
mempermasalahkan tinggi rendahnya status sosial masyarakat tertentu.
Diferensiasi sosial muncul karena adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat.
Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan adanya pengelompokan masyarakat ke dalam
kategori tertentu berdasarkan ciri fisik atau ciri sosial budaya. Beberapa
contoh bentuk diferensiasi sosial antara lain diferensiasi sosial berdasarkan
ras, suku bangsa, agama, dan gender.
· Ras
Merupakan penggolongan manusia
berdasarkan ciri-ciri fisik yang tampak dari luar (fenotip), seperti warna
kulit, bentuk rambut, ukuran badan, dan lain-lain. Ras merupakan kodrat setiap
manusia, jadi tidak ada satu ras yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan ras yang lain. Secara umum, ras-ras manusia di dunia dapat
dibedakan menjadi empat, yaitu ras Austroloid (orang Aborigin), Mongoloid (Asia
dan penduduk asli Amerika), Kaukasoid (Eropa dan Arab), dan Negroid (kulit
hitam).
· Suku Bangsa
Pengelompokan manusia berdasarkan
corak budaya yang dimilikinya. Hildred Geertz dalam penelitiannya menyatakan
bahwa di Indonesia terdapat 319 suku bangsa, sedangkan menurut Koentjoroningrat
terdapat 200 suku bangsa. Setiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah,
adat istiadat, dan kesenian yang khas.
· Agama
Merupakan sistem kepercayaan yang
telah dibakukan dan dipandang sebagai sebuah kebenaran. Agama berisi
pedoman-pedoman kepada manusia tentang hubungan antara sesama manusia dan
antara manusia dengan tuhan.
· Gender
Merupakan diferensiasi sosial
berdasarkan perbedaan sifat antara laki-laki dan perempuan. Dalam beberapa
kebudayaan, laki-laki dianggap memiliki status sosial yang lebih tinggi
daripada perempuan. Akan tetapi, sekarang ini laki-laki dan perempuan dianggap
mempunyai kedudukan dan peran yang sejajar dalam masyarakat.
II.
Stratifikasi
Sosial
Stratifikasi berasal dari kata stratum yang berarti lapisan.
Jadi stratifikasi sosial bisa disebut dengan pembedaan masyarakat ke dalam
kelas-kelas sosial secara bertingkat yang biasanya disimbolkan dengan piramida.
Dalam stratifikasi sosial, terdapat kelompok masyarakat yang menghuni kelas
atas dan ada juga yang menghuni kelas bawah. Stratifikasi sosial muncul karena
adanya sesuatu yang dianggap memiliki kedudukan yang lebih tinggi dalam
masyarakat seperti harta yang dimiliki seseorang, kekuasaan, keturunan
pekerjaan, keahlian, atau umur.
- Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial
Stratifikasi
sosial dalam masyarakat pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka.
a.
Stratifikasi
Sosial Tertutup. Mempunyai arti bahwa seseorang yang berada pada strata
tertentu dalam masyarakat tidak akan mungkin bisa berpindah ke lapisan yang
lainnya baik yang berada diatas maupun dibawah. Stratifikasi sosial tipe ini
biasanya didasarkan atas warisan biologis seseorang yang sudah didapat semenjak
ia lahir. Contoh stratifikasi sosial tertutup adalah sistem pengkastaan yang
terdapat dalam Agama Hindu dan politik apartheid yang pernah diterapkan di Afrika
Selatan selama masa pendudukan Inggris.
b.
Stratifikasi
Sosial Terbuka. Stratifikasi sosial tipe ini biasanya terdapat pada masyarakat
modern dimana seorang individu dapat berpindah dari satu lapisan satu ke
lapisan yang lainnya, baik yang berada di atasnya maupun yang ada di bawahnya.
Contoh dari sistem stratifikasi sosial terbuka antara lain jabatan, tingkat
pendidikan, pendapatan, dan gelar.
- Fungsi Stratifikasi Sosial
Meskipun
beberapa jenis stratifikasi sosial yang ada dalam masyarakat terlihat begitu
diskriminatif, namun stratifikasi sosial juga mempunyai beberapa manfaat,
antara lain:
·
Adanya
spesialisasi peran dalam masyarakat sesuai kedudukannya.
·
Sebagai
alat distribusi hak dan kewajiban kepada masyarakat pada setiap lapisan.
·
Menempatkan
individu pada lapisan tertentu sesuai fungsi dan perannya dalam masyarakat.
·
Mendorong
masyarakat agar bergerak sesuai dengan fungsinya.
·
Membentuk
budaya dan gaya hidup yang unik pada masing-masing kelas.
·
Sebagai
alat pemersatu jika dapat dikoordinasikan dengan benar untuk mencapai tujuan
bersama.
Pengamatan dalam lingkungan sekitar
Tempat
tinggal saya (tempat asal saya) yaitu di Kota Tegal, tepatnya di Jalan
Werkudoro nomor 98 rt/rw 06/05 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota
Tegal, Jawa Tengah. Di tempat ini saya lahir dan dibesarkan. Karena bukan kota
besar, dan bukan daerah besar, diferensiasi dan stratifikasi sosial tidak
terlalu saya rasakan karena bisa dikatakan kehidupan sosial di lingkungan
sekitar tempat tinggal saya yaitu rt/rw 06/05 masih seimbang dan setara. Untuk lebih
jelasnya berikut penjabaran dari beberapa aspek:
-
Ras
è
Aspek
ini tidak terlalu terasa atau malahan sama sekali tidak terasa. Karena bisa dikatakan
bahwa anggota masyarakat dalam lingkungan sekitar tempat tinggal
saya masih satu ras, yaitu ras jawa. Jadi
untuk aspek ini tidak terjadi masalah perbedaan sosial.
-
Suku
Bangsa
è
Sama
seperti aspek di atas, untuk aspek suku bangsa ini juga tidak terlalu terasa
atau sama sekali tidak terasa. Hal ini disebabkan karena anggota masyarakat
dalam lingkungan
sekitar tempat tinggal saya merupakan satu suku budaya.
-
Agama
è
Untuk
aspek agama ini, mungkin ada sedikit perbedaan dan diferensiasi sosial namun
tidak terlalu besar karena anggota masyarakat dalam lingkungan
sekitar tempat tinggal saya dominan menganut agama islam sebesar 99%.
-
Gender
è
Dari beberapa aspek di atas mungkin
aspek inilah yang menyebabkan terjadinya diferensiasi dan stratifikasi sosial
di lingkungan tempat tinggal saya. Hal ini disebabkan karena warga masyarakat
di sekitar tempat tinggal saya masih menganut paham dimana kaum laki-laki lebih
berkuasa dan kedudukannya jauh di atas kaum wanita.
Sifat
stratifikasi yaitu stratifikasi sosial yang terbuka. Karena lingkungan tempat
tinggal saya tidak mengenal/menggunakan sistem kasta akan tetapi menggunakan
sistem kebebasan mobilitas sosial yang menyebabkan terjadinya kedinamisan
sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar