Pembahasan Game berdasarkan SAP
mata kuliah Pengantar Teknologi Game Universitas Gunadarma.
1. Pengenalan
1.1 Teknologi Game
GAME, satu
kata yang sangat familiar dalam benak semua orang mulai dari anak-anak hingga
dewasa. Perkembangan game pun bisa dibilang sangat pesat dengan adanya
inovasi-inovasi terkini seiring dengan berkembangnya ilmu teknologi.
Perkembangan game modern pun sudah mulai terjadi jauh sebelum memasuki abad 21
tepatnya pada sekitar awal dekade 80-an dimana saat itu game yang populer
dengan nama video game ini hanya bisa dimainkan oleh satu atau dua orang pemain
pada sebuah console. Pesawat televisi dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis
game-nya juga masih sangat sederhana dengan grafik yang sangat kasar.
Tampilannya mirip seperti game dari bahasa program Java, yang bisa dimainkan di
handphone sekarang ini. Perusahaan game yang terkenal pada saat itu adalah
Atari, Sega dan Nintendo.
Video game
atau Console game ini adalah sebuah bentuk dari multimedia interaktif yang
digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah
alat yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah kotak alat atau
console. Alat yang digenggam tangan tadi dikenal dengan nama joystick. Isinya
adalah beberapa tombol-tombol sebagai kontrol arah maju, mundur, kiri dan
kanan, dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi dan mengendalikan
gambar-gambar di layar pesawat televisi. Seiring dengan perkembangan teknologi,
joystick pun mengalami beberapa perubahan inovasi seperti joystick wireless.
Game ini juga biasanya dimainkan dengan memasukan sebuah keping CD yang bisa
diganti-ganti atau cartridge yang harus dimasukkan ke dalam game console
seperti Play Station dan XBOX.
1.2 Bisnis dalam Game Komputer
Game Komputer
(PC) yang sangat populer sebagai sarana hiburan memang sangat menguntungkan
untuk digeluti sebagai dunia bisnis. Hal ini menyebabkan para pengelola
industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang lebih nyata dan
menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat perkembangan games di
komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar permainan untuk
mengisi waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara untuk meningkatkan
kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.
Perkembangan
ini terlihat dari banyaknya game center yang terus bermunculan, terutama yang
menyediakan jasa game online. Bukan tanpa alasan game online menjadi semakin
marak dan digandrungi, karena fasilitas online memungkinkan sebuah game dapat
dimainkan oleh 100 orang lebih secara bersama-sama dalam satu waktu. Pemain pun
bisa saling berinteraksi secara bersama-sama.
Contoh untuk
bisnis dalam game komputer itu beragam. Seperti kita dituntut melakukan
pembayaran untuk game tersebut. Maksud dari pembayaran ini adalah bagaimana
perusahaan game online mendapatkan uang dari gamesnya. Bedasarkan kategori ini
game online dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
-
Pay Per Item
Game yang
berada pada category ini merupakan game yang bisa diinstall atau dimainkan
secara gratis, dan game ini biasanya mengenakan biaya pada pemainnya apabila
pemainnya ingin cepat menaikkan level atau membeli barang (item) langka yang
tidak pernah dijumpai pada permainan. Jenis game seperti ini yang paling
dijumpai di Indonesia. Contoh: DOTA 2, Gunbound, Ragnarok, Ghost Online,
Perfect World, dll.
-
Pay per Play
Game ini harus
dibeli dan diinstal secara legal karena pada saat diinstal game terebut akan
mendaftarkan pemain ke internet langsung dan apabila yang diinstal adalah
program bajakan maka secara otomatis system akan memblokirnya. Contoh: GTA V,
Far Cry 3, dll.
1.3 3D Engine dan Scene Graph
3D engine
adalah sistem perangkat lunak yang dibuat dan dirancang untuk menciptakan dan
mengembangkan gambar 3D, fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin
permainan mencakup mesin render (renderer) untuk 2D/3D grafis.
Konsep scene
graph merupakan inti dari Java3D. Sebuah scene graph merupakan g rafik yang
mempresentasikan geometri, material, dan pencahayaan. Scene graph dimulai dari
root dengan sebuah Virtual Universe dan mencakup transformasi serta geometri
untuk mendefinisikan objek di dunia maya. Secara garis besar, ada tiga tahap
fundamental yang diperlukan untuk menghasilkan objek 3D, yaitu:
- Menciptakan objek Canvas3D
- Menciptakan sebuah scene graph
- Menghubungkan objek Canvas3D ke
objek BranchGroup yang menunjuk root dari scene graph
·
OGRE 3D
Objected-Oriented
Graphics Rendering Engine atau bisa disingkat dengan OGRE merupakan engine yang
object oriented & flexible 3D rendering pada game engine yang ditulis
dengan menggunakan bahasa C++ serta didesain agar mampu men-developer dengan
mudah kepada aplikasi produksi dengan menggunakan utility hardware-accelerated
3D graphic. Gambaran abstraknya OGRE menggunakan sistem library seperti
Direct3D & OpenGL, serta menyediakan sebuah dasar interface di dunia objek
dan class objek yang lebih tinggi.
OGRE hanya
digunakan untuk me-render. Dengan kata lain, fitur OGRE hanya khusus menangani
vector & matOix classes, memory handling, dan lain lain. Ini bukan lah
salah satu dari semua solusi dalam istilah game development/simulasi. OGRE
tidak menyediakan audio/physics support.
·
Processing
Processing
adalah bahasa pemrograman dan lingkungan pemrograman yang bersifat open source
yang digunakan untuk memprogram gambar, animasi, dan interaksi. Processing
digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar pemrograman komputer dalam konteks rupa
dan berfungsi sebagai buku sketsa perangkat lunak dan alat produksi
profesional. Processing mengintegrasikan suatu bahasa pemrograman, lingkungan
pemrograman, dan metodologi pengajaran ke dalam sistem terpadu.
·
Game Maker
Game Maker
adalah software yang bisa membantu anda menjadi pengembang game komputer tanpa
menggunakan coding sedikitpun. Dapat digunakan untuk membuat 3 dimensi dan
Multiplayer. Game Maker dapat menjadikan hak penuh dari software (game) yang
anda buat termasuk dapat menjual game tersebut, bahkan bisa mendownload musik,
efek suara, gambar, script, serta background.
·
Unity 3D
Unity 3D
adalah sebuah game developing software. Dengan software ini, kita bisa membuat
game 3D yang seru. Game developer ini sangat mudah digunakan, dengan GUI yang
memudahkan kita untuk membuat derta mengedit script untuk menciptakan sebuah
game 3D. Selain bisa untuk build game PC, Unity juga dapat digunakan untuk
membangun game console seperti Nintendo Wii, PS3, Xbox 360, juga Ipad, Iphone,
dan Android. Namun masing-masing membutuhkan biaya lisensinya sendiri. Unity
kurang lebih sama dengan Blender game engine, namun unity lebih ringan dan
diintegrasi lebih dalam suasana grafik.
2. Desain Skenario, Script , dan Storyboard Game Komputer
Kalau dasar
untuk pembuatan film adalah skenario, maka dasar untuk membuat game adalah
design documents. Kalau skenario menentukan interior dan eksterior, dekor,
pemain, dan studio, serta pembuatan trik, dalam desain dokumen ada ketentuan
program game, grafik, tokoh, animasi, suara, dan musik. Konsep seharusnya berguna untuk memberikan
gambaran garis besar tentang cerita, prinsip-prinsip mekanisme game, dan titik
berat untuk gameplay. Karena itu konsep mencakup prinsip-prinsip dasar, gaya
game, kerangka peraturan, sinopsis cerita (kalau ada cerita), karakteristik
game, contoh misi, atau situasi-situasi dalam game dan bisa juga diferensiasi
perangkat pengguna atau ada eek-efek khusus serta akhirnya unsur-unsur spesifik
yang menjadi andalan pencipta. Dalam penutup sinopsis seharusnya dicantumkan
daftar unsur yang unik dan orisinil serta faktor-faktor yang bisa dijadikan
daya jual tinggi bagi judul tersebut. Konsepnya biasanya ditulis setebal 5-10 halaman.
Kalau konsep sudah diterima, artinya sudah disetujui produser, dinilai positif
oleh tim dan sebagainya, desainer game mulai menulis dengan documents.
Storyboard
adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan
storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan
lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti
gambar-gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide
cerita kita.Storyboard pada Game sedikit berbeda dari storyboard animasi,
dimana pada storyboard game terdapat goal / mission yang akan dibuat pada game
itu sendiri. Kemudian storyboard pada game menjelakaskan tentang alur
permaianan itu sendiri seperti apa tergantung dari jenis game. misalkan game ber-genre
arcade tidak memiliki alur cerita namun game terebut menitik beratkan pada
perolehan point. Jadi storyboard yang dibuat yaitu bagaimana pemain mendapat
nilai / point setinggi mungkin.
3. Artificial Intelligence pada Game
3.1 Decision Making
Decision
Making adalah serangkaian algoritma yang dirancang dengan memasukan beberapa
kemungkinan langkah yang bisa diambil oleh suatu aplikasi, Pada game ini
decision makingmemberikan kemampuan suatu karakter untuk menentukan langkah apa
yang akan diambil. Decision making dilakukan dengan cara menentukan satu
pilihan dari list yang sudah dibuat pada algoritma yang dirancang. Decision
Making dibagi menjadi 3 :
·
Decision Tree
Pohon
Keputusan (Decision Tree) merupakan metode klasifikasi dan prediksi yang sangat
kuat dan terkenal. Metode pohon keputusan mengubah fakta yang sangat besar
menjadi pohon keputusan yang merepresentasikan aturan. Aturan dapat dengan
mudah dipahami dengan bahasa alami. Aturan ini juga dapat diekspresikan dalam
bentuk bahasa basis data seperti SQL untuk mencari record pada kategori
tertentu. Pohon keputusan juga berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan
hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah
variabel target. Karena pohon keputusan memadukan antara eksplorasi data dan
pemodelan, pohon keputusan ini sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses
pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain
(J R Quinlan, 1993).
·
State Machine
Finite State
Machines (FSM) adalah sebuah metodologi perancangan sistem kontrol yang
menggambarkan tingkah laku atau prinsip kerja sistem dengan menggunakan tiga
hal berikut: State (Keadaan), Event (kejadian) dan action (aksi). Pada satu
saat dalam periode waktu yang cukup signifikan, sistem akan berada pada salah
satu state yang aktif. Sistem dapat beralih atau bertransisi menuju state lain
jika mendapatkan masukan atau event tertentu, baik yang berasal dari perangkat
luar atau komponen dalam sistemnya itu sendiri (misal interupsi timer).
Transisi keadaan ini umumnya juga disertai oleh aksi yang dilakukan oleh sistem
ketika menanggapi masukan yang terjadi. Aksi yang dilakukan tersebut dapat
berupa aksi yang sederhana atau melibatkan rangkaian proses yang relative
kompleks.
·
Rule System
Rule Based
System merupakan metode pengambilan keputusan berdasarkan pada aturan-aturan
tertentu yang telah ditetapkan. RBS dapat diterapkan pada agen virtual dalam
bentuk kecerdasan buatan sehingga dapat melakukan tindakan tertentu. Tindakan
tersebut direpresentasikan oleh set aturan yaitu penyebab tindakan itu terjadi,
proses tindakan dan hasil dari tindakan tersebut.
3.2 Path Finding
Metode
pathfinding paling mudahditemui pada game-game bertipe strategi dimana kita
menunjuk satu tokoh untuk digerakkan ke lokasi tertentu dengan mengklik lokasi
yang hendak dituju. Si tokoh akan segera bergerak ke arah yang ditentukan, dan
secara “cerdas” dapat menemukan jalur terpendek ataupun menghindari dari
rintangan-rintangan yang ada. Salah satu algoritma pathfindin yang cukup umum
dan yang paling banyak digunakan utnuk mencari jarak terpendek secara efisien
adalah algoritma A* (baca: A star). Secara umum, algoritma A* adalah
mendefinisikan area pencarian menjadi sekumpulan node-node (tiles). Titik awal
dan titik akhir ditentukan terlebih dulu untuk mulai penelusuran pada tiap-tiap
node yang memungkinkan untuk ditelusuri. Dari sini, akan diperoleh skor yang
menunjukkan besarnya biaya untuk menempuh jalur yang ditemukan, ditambah dengan
nilai heuristik yang merupakan nilai biaya estimasi dari node yang ada menuju
tujuan akhir. Iterasi akan dilakukan hingga akhirnya mencapai target yang
dituju.
4. Arsitektur Game Engine
4.1 Pengertian
Game engine
adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menciptakan perangkat lunak lain,
dalam hal ini adalah game. Kita bisa menyebutnya game authoring software, game
creator tool, software pembuat game, dan sebagainya.
Arsitektur
mesin game adalah system perangkat lunak yang dirancang untuk menciptakan dan
pengembangan video game. Dapat dikatakan bahwa arsitektur mesin game itu adalah
rancangan dari sistem perangkat lunak dari game itu sendiri.
4.2 Tipe-Tipe Game Engine
Game engine
biasanya datang dengan macam-macam jenis dan tujuannya. Ada 3 tipe game engine
yaitu sebagai berikut :
· Roll Your-Game Engine
· Mostly-Ready-Game Engine
· Point-and-Click Engine
4.3 Jenis-Jenis Game Engine
1. Freeware
-Blender
-Ogre
-Axiom Engine
-Build Engine
-Cube
-Cube 2
-Panda3D
-Unity
2. Berbayar/ Commercial
-Alamo
-A.L.I.V.E
-BigWorld
-DXStudio
-Dunia Engine
-Euphoria
-GameStudio
5. Interaksi Fisik dalam Teknologi Game
5.1 Efek Fisik dalam Game
Game – game
yang melibatkan aktivitas fisik seperti game tinju, tennis, sepakbola dsb, yang
mengharuskan anda untuk menggerakkan tangan dan anggota tubuh anda sesuai tema
video game yang dimainkan. Untuk mendapatkan seperangkat konsol tersebut
tidaklah perlu mengeluarkan kocek yang dalam. Ketiganya memiliki harga yang
berlainan yang dapat disesuaikan dengan kocek anda.
Efek fisik dalam game ada 2,
yaitu positif dan negatif :
1. Efek
positif dalam game :
Setiap game
memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi
pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk
menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi.
Permainan game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan
dengan cepat, efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.
·
Meningkatkan konsentrasi. Kemampuan konsentrasi
pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa
tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya
permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat
konsentrasi yang tinggi.
·
Meningkatkan koordinasi tangan dan mata.
Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central Lanchashire
University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu atau sekita
dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan
·
Meningkatkan kemampuan membaca. Psikolog dari Finland
Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak.
Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat
minat baca anak sangat tidak beralasan.
·
Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Sebuah
studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil berbahasa inggris yang lebih baik
meskipun tidak mengambil kursus pada masa sekolah maupun kuliah. Ini karena
banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka
chat dengan pemain lain dari berbagai negara.
·
Meningkatkan pengetahuan tentang komputer.Â
untuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar yang prima
seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang spesifikasi
komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan game
tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar
troubleshooting komputer dan overclocking.
·
Meningkatkan kemampuan mengetik. Kemampuan
mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan mouse
untuk mengendalikan permainan.
2. Efek
negatif dalam game :
·
Kecanduan. Seperti yang disebutkan pada awal
tulisan ini, kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakan para gamer pada saat
memainkan game, akan membuat orang tersebut ‘merindukan’ suasana hati yang
mereka rasakan selama bermain game, sehingga mereka akan cenderung kembali
bermain dan bermain lagi untuk mencari sensasi yang mereka rasakan tersebut.
Untuk mencegah hal ini, adalah dengan membatasi waktu bermain game. Misalnya, 2
atau 3x dalam satu minggu dengan jangka waktu 1-2 jam.
·
Membatasi Hubungan Sosial. Pada dampak positif
bermain game telah dijelaskan bahwa bermain game dapat meningkatkan hubungan
sosial secara online dengan para gamer diseluruh dunia. Sebaliknya dalam hal
ini justru akan membatasi hubungan sosial di kehidupan nyata mereka. Banyak
sekali para pecandu game memiliki sedikit waktu untuk membina hubungan sosial
di kehidupan nyata mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan interaksi secara
fisik dan oral menjadi tidak terasah.
·
Mengganggu Kesehatan. Tunggu! Bukankah dalam
poin sebelumnya disebutkan bahwa bermain game dapat menyehatkan karena banyak
game yang harus melibatkan aktivitas fisik?
Hal itu memang
benar, aktivitas dan gerakan fisik dapat menyehatkan tubuh. Akan tetapi dengan
bermain game yang terlalu intensif dapat mengganggu kesehatan mata, karena
bagaimana pun juga permainan video game memerlukan kontak langsung antara mata
dan layar monitor / TV yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata atau
menurunnya daya lihat untuk efek kedepannya.
5.2 Collision Detection
Algoritma
untuk mendeteksi collision (tabrakan) sangat dibutuhkan untuk program game.
Flash mulai versi 5 ke atas menyediakan method yang bernama hitTest untuk
memeriksa apakah sebuah movie clip bertabrakan dengan movie yang lain. Sebelum
method hitTest ini tersedia, seorang programmer Flash harus mendeteksi secara
manual koordinat sebuah movie clip, apakah movie clip ini bertabrakan dengan
movie clip lain. Cara ini sangat merepotkan karena harus mempertimbangkan pula
ukuran movie clipnya.
6. User Interface pada Game Komputer
User interface
berarti tampilan antar muka pengguna. Jika didefinisikan secara sederhana User
interface adalah penghubung atau mediator antar komputer dan manusia atau user
komputer itu agar hubungan antara perangkat komputer dengan user bisa terjalin.
User interface sangat berperan penting dalam dunia komputer karena dengan
adanya user interface maka kemudahan user dalam mengoprasikan suatu perangkat
komputer menjadi lebih mudah.
Dalam desain antarmuka game
terdapat beberapa elemen yang diantaranya adalah :
1. Diegetic
Elemen user
interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris)
sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual,
audible atau haptic. Elemen UI diegetik yang dieksekusi dengan baik dapat
meningkatkan pengalaman narasi untuk pemain, memberikan pengalaman yang lebih
mendalam dan terintegrasi. Salah satu game yang mengimplementasikan elemen
diegetic adalah Assassin’s Creed. Assassin’s Creed berhasil menggunakan banyak
pola diegetic meskipun itu diatur dalam dunia sejarah karena pemain pemain
menggunakan sistem virtual reality di masa depan. Jadi cerita sebenarnya
futuristik daripada sejarah
2. Meta
Gambaran yang
bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk
pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti
percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Grand Theft
Auto 4 Berinteraksi dengan telepon di Grand Theft Auto 4 adalah contoh menarik.
Ini meniru interaksi dunia nyata – Anda mendengar dering telepon dan ada
penundaan sebelum karakter dan pemain menjawabnya. Elemen UI sebenarnya itu
sendiri muncul pada pesawat hub 2D, jadi itu benar-benar elemen Meta, meskipun
awal interaksi yang diegetik.
3. Spatial
Elemen User
Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu
entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik).
Fable 3 adalah
contoh di mana unsur-unsur spatial yang digunakan untuk memberikan informasi
lebih kepada pemain dan mencegah mereka dari melompat ke layar peta. Jejak
bersinar hampir cocok dalam fiksi mengingat kualitas estetika ajaib itu tapi
karakter tidak dimaksudkan untuk menyadari hal itu. Ini memandu pemain ke
tujuan berikutnya.
4. Non-Diagetic
Antarmuka yang
diberikan di luar dunia game, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia
nyata desain interface ini semuanya mengunakan visual heads-up display (HUD).
semua menjadi sangat nyaman dengan penggunaan heads-up display (HUD) dalam
permainan. Sistem ini memberikan informasi penting dengan cara yang cukup
sederhana. Jika dilakukan dengan benar pemain bahkan tidak tahu itu ada. Mass
Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan
pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan – antara lain. Mengingat
pengaturan futuristik itu saya tidak bisa membantu untuk berpikir jika beberapa
informasi ini bisa telah terintegrasi ke dalam dunia game, narasi, atau bahkan
keduanya.
7. Penampilan Grafik Scene Game Komputer
7.1 Visibility
Visibility
merupakan tampilan grafik scene game pada komputer. Bagaimana sebuah game
terlihat oleh user agar menarik dan berkualitas sehingga user menikmati game
tersebut.
Game bertipe ini menggunakan 2
macam tipe pemodelan:
·
3 Dimensi object/model
Merupakan
model/object 3D yang nantinya akan dijadikan sebagai karakter utama, bangunan,
object-object seperti senjata, musuh, permukaan tanah, pohon, dan bukit. Object
3D seperti ini bisa dibuat dengan menggunakan program seperti 3DS Max, Maya,
Hash, dan Blender.
·
Dimensi graphic
Gambar 2D juga
berperan dalam membuat game ini yaitu sebagai texture untuk object, sebagai
latar belakang seperti langit dan pemandangan, sebagai meteran untuk nyawa dan
gambar untuk speedometer pada game racing.
7.2 Level of Detail
Dalam komputer
grafis, akuntansi untuk tingkat detail melibatkan menurunkan kompleksitas
representasi objek 3D seperti bergerak menjauh dari penampil atau sesuai metrik
lainnya seperti objek penting, kecepatan sudut pandang-relatif atau posisi.
Tingkat teknik
detil meningkatkan efisiensi render dengan mengurangi beban kerja pada tahap
pipa grafis, transformasi biasanya simpul. Kualitas visual berkurang dari model
sering diperhatikan karena efek kecil pada objek muncul ketika jauh atau
bergerak cepat.
8. Game Berjaringan
Game Online
atau sering disebut Online Games adalah sebuah permainan (games) yang dimainkan
di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet). Sebuah game online adalah
permainan video yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer ,
menggunakan komputer pribadi atau konsol video game.
Perkembangan
game online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan
jaringan computer itu sendiri. Pada saat muncul pertama kalinya tahun 1960,
computer hanya bisa dipakai untuk 2 orang saja untuk bermain game. Lalu
muncullah computer dengan kemampuan time-sharing sehingga pemain yang bisa
memainkan game tersebut bisa lebih banyak dan tidak harus berada di suatu
ruangan yang sama (Multiplayer Games). Meledaknya game online sendiri merupakan
cerminan dari pesatnya jaringan computer yang dahulunya berskala kecil (small
local network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang.
9. Pembuatan Game Komputer dengan Menerapkan Konsep
Artifial Intelligent pada Sebuah Game Engine.
Untuk
pembentukan Artificial Intelligence pada game ternyata digunakan pula
algoritma, yaitu jenis pohon n-ary untuk suatu struktur. Implementasi pohon
(tree) ini biasa disebut game tree. Berdasarkan game tree inilah sebuah game
disusun algoritma kecerdasan buatannya. Artificial intellegence yang disematkan
dalam sebuah game yang membentuk analisis game tree biasanya merepresentasikan
kondisi atau posisi permainan dari game sebagai suatu node, dan
merepresentasikan langkah yang mungkin dilakukan sebagai sisi berarah yang
menghubungkan node kondisi tersebut ke anak (child) sebagaimana representasi
suatu pohon (tree).
Namun,
biasanya representasi langsung tersebut mempunyai kelemahan, yaitu representasi
data pohon akan menjadi sangat lebar dan banyak. Mungkin bagi sebuah mesin
komputer mampu melakukan kalkulasi sebanyak apapun masalah, namun game tree
yang lebar dan besar memberikan beberapa masalah, antara lain konsumsi proses
memori, kapasitas penyimpanan yang cukup besar dan kinerja yang kurang pada
konsol game berspesifikasi rendah. Karena itu dibentuklah beberapa algoritma
dan penyederhanaan bagi sebuah game tree.
Pada salah
satu contoh game klasik, yaitu tic tac toe, penyederhanaan dapat dilakukan
dengan berbagai metode. Salah satu diantaranya adalah minimax. Metode ini
berhasil diterapkan dan memberikan nilai reduksi yang cukup signifikan. Dan
tidak hanya bisa digunakan secara monoton, minimax juga bisa digunakan untuk
game-game yang lebih rumit seperti catur, tentunya dengan algoritma dan
representasi berbeda.
Minimax yang
merupakan salah satu metode penerapan (implementasi) pohon n-ary pada suatu
game, menandakan bahwa implementasi struktur (pohon khusunya) sangatlah
diperlukan pada pembuatan dan penerapan Artificial Intelligence, dan tidak
menutup kemungkinan ilmu dan metode baru yang lebih canggih akan ditemukan di
masa depan.Beberapa karakteristik dan batasan game untuk game playing :
Dimainkan oleh 2 ( dua ) pemain:
manusia dan komputer. Para pemain saling bergantian melangkah.
Sumber :
http://amaliafataham.blogspot.co.id/2015/04/game-berjaringan.htmlhttp://hilmanzuhdie.blogspot.co.id/2015/06/pembuatan-game-komputer-dengan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar