Jumat, 10 Januari 2014

Masalah Sosial Di Masyarakat Sekitar

Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
Dalam tugas ISD kali ini, masalah sosial yang akan saya bahas adalah masalah yang terjadi di lingkungan sekitar rumah saya yaitu kurangnya sikap empati dalam diri warga. Saya merasa kurang nyaman dengan sikap dan sifat beberapa tetangga sekitar rumah saya yang seakan acuh tak acuh dengan keadaan lingkungan sekitarnya.
Contohnya yaitu ada yang suka membuang sampah sembarangan, ada yang memelihara hewan yang tidak dirawat dengan baik sehingga terkadang banyak kotoran yang tertinggal di depan rumah orang lain dan ada juga yang suka memarkirkan motornya sembarangan di depan rumah orang lain. Mereka seperti kekurangan rasa empati dan simpati dalam bermasyarakat.
Penyebab terjadinya masalah sosial seperti ini mungkin dikarenakan ego yang terlalu besar dalam diri setiap warga. Juga tentunya kurangnya rasa empati dan simpati dalam diri mereka. Mereka seperti tidak mengenal tentang tata cara yang baik dalam bermasyarakat.
Dalam hal ini bisa didapatkan beberapa solusi untuk memecahkan masalah ini. Yang pertama dengan melakukan pembenahan dalam diri masing-masing, walaupun mungkin sikap seperti ini sulit untuk dihilangkan karena sudah melekat dalam diri mereka masing-masing.
Yang kedua melakukan kegiatan bersama, seperti kegiatan bergotong royong dan kegiatan bermusyawarah. Kegiatan bergotong royong dan bermusyawarah sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat. Selain membuat penyelesaian masalah menjadi lebih mudah dan cepat karena dilakukan secara bersama, kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai jembatan interaksi dalam diri suatu kelompok yang dalam masalah ini adalah para warga. Sehingga mereka bisa saling mengenal dan lama kelamaan sikap acuh tak acuh mungkin saja bisa hilang atau paling tidak bisa lebih diminimalisir.

Misalnya dengan membuat suatu kegiatan gotong royong yang dilakukan setiap dua minggu sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar