Jumat, 08 November 2013

Pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukkan kepribadian anak.

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKKAN KEPRIBADIAN ANAK

Keluarga merupakan sebuah institusi sosial yang pertama dan utama bagi kehidupan anak, dimana anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama anggota keluarganya dari pada dengan institusi sosial lainnya. Anggota keluarga yang di dalamnya pasti terdapat orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu, dipahami sebagai orang yang paling berarti dalam kehidupan anak selama proses perkembangan dan pembentukan kepribadian mereka. Keluarga memiliki pengaruh yang jauh dan besar terhadap tumbuh kembang anak melebihi institusi sosial lainnya (baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, politik, agama, dan lain-lain).
Selanjutnya pola asuh orang tua terhadap anak diartikan sebagai pola perilaku yang digunakan para orang tua untuk berhubungan dengan anak-anaknya. Pada dasarnya pola asuh yang diterapkan oleh tiap-tiap orang tua berbeda dengan orang tua lainnya karena hal ini tergantung dari sifat masing-masing orang tuanya. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang tua juga sangat mempengaruhi kepribadian dan sifat anaknya, karena pada dasarnya anak selalu ingin mengikuti apa yang sering dilihatnya yaitu kebiasan yang dilakukan oleh orang tuanya. Berkaitan dengan pola asuh ini terdapat tiga macam pola asuh orang tua, yaitu otoriter, permisif dan autoritatif.
Pola asuh otoritatif diartikan sebagai bentuk pola asuh yang menekankan pada pengawasan orang tua kepada anak untuk mendapatkan ketaatan atau kepatuhan. Dimana orang tua bersikap tegas, suka menghukum dan cenderung mengekang keinginan anaknya. Hal ini dapat menyebabkan anak kurang inisiatif, cenderung ragu, tidak percaya diri, penakut dan mudah gugup. Namun dewasa ini, pola asuh yang seperti ini cenderung menyebabkan anak menjadi nakal karena mereka seakan merasa dikekang oleh orang tuanya sehingga mereka akan merasa terbebani dan mencari kesenangan di luar rumah.
Kemudian yang kedua yaitu pola asuh permisif yang diartikan sebagai bentuk pengasuhan dimana orang tua memberi kebebasan sebanyak mungkin pada anak untuk mengatur dirinya, anak tidak dituntut untuk bertanggung jawab dan tidak banyak dikontrol oleh orang tua. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan apabila anak sedang dalam bahaya, dan sedikit bimbingan yang diberikan oleh orang tua. Namun, orang tua dalam pola pengasuhan seperti ini biasanya bersifat hangat, sehingga sering kali disukai oleh anak.
Sementara itu pola asuh autoritatif diartikan sebagai pola pengasuhan orang tua yang dicirikan dengan adanya hak dan kewajiban orang tua dan anak adalah sama dalam arti saling melengkapi, anak dilatih untuk bertanggung jawab, dan menentukan perilakunya sendiri agar dapat berdisiplin. Pola asuh ini adalah pola asuh yang baik dan cocok untuk diterapkan para orang tua kepada anak-anaknya. Anak yang diasuh dengan dengan teknik pola asuhan ini nantinya akan menjadi anak yang yang hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orang tua, menghargai dan menghormati orang tua, tidak mudah stress dan depresi dan berprestasi baik.

Dari sini dapat dimengerti bahwa tumbuh kembang kepribadian anak sangat dipengaruhi oleh cara orang tua dalam pengasuhannya dan kelakuan atau kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang tua. Oleh karena itu, sebaiknya sebagai orang tua hendaknya lebih bijak dalam mengasuh anaknya, agar anak nantinya tumbuh menjadi pribadi yang dewasa, terbuka terhadap orang tua, cerdas dan tentunya berguna bagi nusa dan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar